Tingkatkan Kualitas Kompetensi Ketua BPD

Info Gambar :

PROKOPIM KUBU RAYA – Memperkuat kompetensi ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Pemerintah Kabupaten Kubu Raya menggelar kegiatan peningkatan kapasitas Ketua BPD se-Kabupaten Kubu Raya, Kamis (3/9), di Aula Kantor Bupati Kubu Raya. Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan mengatakan BPD bersama kepala desa terlibat dalam pembahasan dan persetujuan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa. Karena itu, perlu diadakan peningkatan kapasitas ketua BPD. 

“Kegiatan peningkatan kapasitas juga dibutuhkan mengingat banyaknya anggota dan ketua BPD yang baru. Selain itu, ada beberapa pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, termasuk untuk memberikan pemahaman terkait dengan tata kelola keuangan desa dan aset yang ini perlu adanya pemahaman yang sama dan posisi dalam fungsinya kan pengawasan,” tambahnya.

Muda melanjutkan, peningkatan kapasitas diperlukan terkait fungsi lainnya dari BPD, yakni menyerap aspirasi masyarakat desa. Dengan peningkatan kapasitas, ketua BPD diharapkan mampu memberikan pelayanan prima kepada masyarakat. Sehingga akan meringankan beban tugas pemerintah desa yang pada akhirnya bermuara pada penguatan otonomi daerah itu sendiri.

“Diharapkan nantinya keputusan dan kebijakan yang dihasilkan bersama pemerintah desa lebih berkualitas,” ujarnya.

Ia mengatakan kegiatan peningkatan kapasitas juga terkait erat dengan kualitas kompetensi. Adanya kompetensi yang kuat dari ketua BPD akan memunculkan berbagai inisiatif yang konstruktif bagi desa. Dirinya menambahkan, BPD sebagai lembaga resmi juga diharapkan membuat tata tertib internal. 

“Jangan sampai tidak ada. Tata tertib perlu supaya ada semacam panduan dalam bekerja dan melaksanakan fungsi,” terangnya. 

Dirinya mengingatkan ketua BPD juga wajib menyampaikan laporan kinerja secara berkala. Selain untuk kepentingan pembinaan dari pemerintah kabupaten, hal itu juga dibutuhkan sebagai bahan informasi bagi masuknya berbagai program pembangunan ke desa. 

“Laporan kinerja ini kita harapkan supaya agenda-agenda kabupaten seperti program-program dari pusat, provinsi, dan kabupaten yang semuanya masuk ke desa bisa sinergi dan akhirnya menyerap aspirasi masyarakat,” jelasnya.

Secara khusus Muda Mahendrawan mengingatkan bahwa jabatan BPD adalah jabatan sosial. Bukan jabatan politis. Karena itu, BPD mengemban tugas murni pelayanan publik dan tugas pemberdayaan masyarakat.

“Jadi saya ingatkan bahwa jabatan BPD itu adalah jabatan kepercayaan juga. Sehingga ini semua adalah hal-hal yang perlu dikawal supaya kondusivitas desa terjaga sehingga pembangunan akan berjalan dengan baik,” pesannya. 

Ketua DPRD Kabupaten Kubu Raya Agus Sudarmansyah mengapresiasi kegiatan peningkatan kapasitas ketua BPD. Karena menurutnya tugas pokok dan fungsi anggota BPD cukup berat dan strategis. Sehingga peningkatan kapasitas diperlukan dalam upaya menjaga pemerintahan desa masing-masing. 

“Tentu dengan harmonisnya di desa akan menciptakan harmonis di tingkat kabupaten. Ini menjadi hal yang sangat prinsip sekali karena tentu mulainya dari desa. Ketertiban di masing-masing lingkungan desa akan menciptakan keharmonisan di lingkungan kabupaten,” ucapnya.

Agus menyebut esensi dari keberadaan anggota BPD serupa dengan anggota DPRD di tingkat kabupaten, yakni selaku wakil rakyat. Karena itu, diperlukan kesamaan persepsi dengan pemerintah desa terkait bagaimana penyelenggaraan pemerintahan desa bisa terselenggara dengan baik. 

“Apa yang kita lakukan menjadi sebuah harapan dari masyarakat di mana kita menjadi wakilnya. Nah, ada fungsi pengawasan agar kepala desa tidak ‘one man show’. Tidak bermain sendiri karena kalau itu terjadi berbahaya sekali. Diharapkan bisa menyamakan persepsi bagaimana penyelenggaran pemerintahan  desa terselenggara dengan baik,” harapnya. “Bagaimana meramu seluruh aspirasi menjadi kebijakan yang terbaik untuk desa masing-masing,” tambahnya. (rio)

JARINGAN SKPD