Sujiwo Ajak Bangun Jiwa Wirausaha Kaum Muda

Info Gambar :

PROKOPIM KUBU RAYA – Wakil Bupati Kubu Raya Sujiwo mengapresiasi kegiatan lokakarya “Jadi Bisnis Owner Sebelum Usia 25 Tahun”. Kegiatan yang digelar Pengurus Taman Edukasi Masyarakat (Taman Emas) Desa Limbung itu dinilainya sangat positif dalam membangun jiwa kemandirian kaum muda. 

“Artinya, ini menjadi spirit dan motivasi untuk para pemuda. Dan memang di era digital ini persaingan semakin ketat. Tidak zamannya lagi hanya terobsesi ingin menjadi pegawai maupun aparatur pemerintah,” ujarnya saat membuka kegiatan di Aula Kantor Desa Limbung, Kecamatan Sungai Raya, Selasa (29/12).

Sujiwo mengatakan generasi muda harus dididik dengan pola pikir kemandirian. Sehingga tidak berharap hanya kepada profesi pegawai atau karyawan. 

“Ketika tujuan untuk menjadi pegawai tidak tercapai, peserta lokakarya ini sudah dibekali dengan ilmu dan jiwa wirausaha. Ketika muncul jiwa kemandirian, maka akan mudah menjadi wirausaha,” ujarnya. 

Ia menegaskan Pemerintah Kabupaten Kubu Raya sangat mendukung kegiatan lokakarya. Kegiatan pendidikan dan pelatihan tersebut menurutnya sangat ideal berpadu dengan kreativitas para pemuda Desa Limbung. Karena itu, dirinya mengingatkan kepala desa untuk terus memberikan dukungan. 

“Saya juga akan memberikan dukungan. Karena peran pemuda itu sangat penting di suatu daerah. Terlebih dalam situasi seperti ini, pemuda harus bisa mengambil ruang dan peran sebaik mungkin untuk kemasalahatan umat dan kemajuan daerahnya,” ucapnya. 

Kepala Desa Limbung Wiyono menyatakan desanya sangat terbuka bagi berbagai kegiatan kepemudaan. Sebab, menurutnya, sejak dini para pemuda harus dilatih untuk punya jiwa kepemimpinan. 

“Saya yakin ke depan Desa Limbung tidak akan ada krisis kepemimpinan, krisis kreativitas, dan krisis daya juang,” tegasnya.

Wiyono mengatakan sebagai salah satu desa terdepan di Kubu Raya, pihaknya siap menjadi tuan rumah bagi berbagai kunjungan dari luar. Saat ini, para pemuda juga mulai dibekali dengan berbagai keterampilan termasuk berbahasa asing. 

“Dengan adanya bandara internasional, 5-10 tahun yang akan datang saya yakin bakal ada berbagai kunjungan wisata dari luar. Melalui Taman Emas ini, kita juga melatih masyarakat agar mampu menjadi pandu wisata,” terangnya. (rio)

JARINGAN SKPD