Sembilan Bulan Pandemi Melanda, Bupati Muda Puji Soliditas Masyarakat

Info Gambar :

PROKOPIM KUBU RAYA – Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan mengapresiasi seluruh elemen masyarakat Kubu Raya yang dinilainya sangat solid dalam merespons pandemi Covid-19. Muda Mahendrawan menyebut selama sembilan bulan pandemi melanda, seluruh elemen menunjukkan partisipasi yang tinggi dalam melakukan langkah-langkah yang dibutuhkan. Utamanya dalam menciptakan suasana ketenangan yang sangat dibutuhkan di masa pandemi.

“Padahal Kubu Raya ini selain jumlah penduduknya besar, wilayahnya juga punya kerentanan sangat tinggi kalau dilihat dari segi geografis. Dikelilingi Kota Pontianak, ada bandara, dan ada pintu masuk darat dan air,” ujarnya saat memimpin Rapat Evaluasi Penanganan Pandemi Covid-19 di Kabupaten Kubu Raya, Rabu (11/11), di Ruang Praja Utama Kantor Bupati Kubu Raya. 

Muda mengungkapkan sejak awal pandemi datang, pihaknya fokus pada upaya membangun suasana ketenangan di masyarakat. Hal itu terus berlangsung hingga kini. Sebab menurutnya secara empiris terbukti bahwa aspek psikologis sangat dominan dalam proses pembentukan imunitas tubuh. 

“Kami tetap yakin dari dulu sejak pandemi hadir bahwa kesehatan ini tidak hanya faktor fisik dan biologi. Namun juga soal psikis. Ini yang paling utama. Karena sudah menjadi sesuatu yang empiris di dunia, bahkan para pakar mengatakan bahwa 70 persen lebih berpengaruh dari faktor tekanan psikis, depresi, stres, dan kecemasan berlebihan,” terangnya.

Karena itu, lanjutnya, kebijakan yang diambil Pemerintah Kabupaten Kubu Raya terkait percepatan penanganan Covid-19 selalu menghindari terjadinya kepanikan di masyarakat. Untuk itu cara kerja yang senyap selalu menjadi pilihan.

“Langkah-langkah dan kerjanya itu dilakukan dengan cara yang soft yang tidak membuat orang malah tambah panik dan akhirnya memberi tekanan psikologi kepada masyarakat,” ujarnya. 

Terkait hasil rapat evaluasi percepatan penanganan Covid-19 di Kubu Raya, Muda mengungkapkan sejumlah rekomendasi. Pertama, penguatan aspek regulasi. Kedua, penajaman gerakan di desa-desa. Ketiga, pemberdayaan pemulihan ekonomi di mana Usaha Mikro Kecil Menengah menjadi sasarannya. 

“UMKM yang menjadi sasaran ini yang bagaimana? Terutama yang berhubungan dengan pengolahan dari hasil-hasil alam dan di bidang jasanya. Kita genjot memang dengan program. Dana diarahkan ke sektor UMKM, kemudian pelatihan-pelatihan kita perkuat, perbanyak ekonomi kreatif, dan wisata desa,” paparnya. 

Dengan terbangunnya suasana ketenangan di masyarakat, dirinya optimistis pandemi akan mampu dilewati. Sebab psikologis yang baik menjadi awal dari terbentuknya imunitas yang baik pula.  

“Karena kita yakin kecerdasan bahagia itu penting untuk diwujudkan sebagai bagian dari upaya untuk pemulihan suasana batin yang mencekam. Dengan semangat tinggi dan psikologi yang baik, kita akan mampu melewati pandemi dengan lebih baik,” ucapnya. 

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kubu Raya Marijan mengatakan Kubu Raya saat ini berstatus zona oranye atau di tingkat risiko sedang. Namun ia berpesan berpesan agar masyarakat tidak cemas. Terpenting menurutnya, ketaatan terhadap protokol kesehatan selalu dijaga. 

“Yang penting kita selalu mematuhi protokol kesehatan termasuk bagi para ASN di masing-masing instansi. Kalau mau jadi zona hijau, tentunya harus melaksanakan protokol kesehatan itu mulai dari diri sendiri sampai ke seluruh masyarakat di Kubu Raya,” ujarnya.

Marijan mengatakan kesadaran terhadap protokol kesehatan idealnya dimiliki oleh setiap orang dan keluarga. Sebab Covid-19 keberadaannya tidak bisa terdeteksi. 

“Saya aman di kantor tapi istri saya belum tentu aman di kantornya. Jadi kita mulai dari diri sendiri, istri, dan anak-anak. Tidak cukup hanya kita yang aman,” ujarnya. 

Ketua DPRD Kabupaten Kubu Raya Agus Sudarmansyah berharap status zona oranye Kubu Raya dapat dijaga untuk kemudian ditingkatkan menjadi zona kuning atau bahkan hijau. Karena itu, sikap kewaspadaan sangat diperlukan. Khususnya dalam menjaga supaya Kubu Raya tidak turun ke zona merah. 

“Karena kalau sudah (zona) merah, bisa ada stigma negatif di daerah ini. Muncul kepanikan dan bisa melumpuhkan aktivitas ekonomi dan itu sangat tidak baik,” sebutnya.

Agus mengatakan peningkatan status dari zona oranye ke zona hijau sangat berdampak pada upaya pemulihan ekonomi. Di mana proses pembangunan dapat kembali berjalan sebagaimana mestinya. Karena itu, ia menegaskan bahwa status zona hijau harus menjadi target utama bersama. 

“Zona hijau jadi tujuan. Karena dengan zona hijau daerah ini bisa recovery dan cepat bangkit,” ucapnya. 

Terkait hal itu, Agus menyarankan pemerintah kabupaten untuk terus berkoordinasi dengan pihak-pihak berkompeten. Selain itu regulasi yang berkaitan dengan percepatan penanganan Covid-19 harus mudah dipahami untuk kemudian dilaksanakan oleh masyarakat di tingkat bawah. Ia juga menyarankan untuk menggiatkan edukasi kepada masyarakat tentang bagaimana menyikapi pandemi Covid-19 dengan tenang tapi waspada. 

“Rapat evaluasi ini kita apresiasi karena mengingatkan sekaligus mengevaluasi sejauh mana maksimal tidaknya kita bekerja dan capaian-capaiannya,” nilainya. 

Dia menambahkan, edukasi terkait keberadaan Covid-19 juga perlu digencarkan. Mengingat hingga kini ternyata masih ada saja yang menganggap pandemi tersebut tidak ada. 

“Terpenting sekarang adalah kita perlu yakin yang namanya Covid-19 ini betul ada. Karena banyak ditemukan orang yang tidak meyakini Covid ada sehingga ketaatan terhadap protokol kesehatan jadi rendah. Nah, ini yang sangat riskan,” sesalnya. (rio)

JARINGAN SKPD