Pulihkan Ekonomi, Pemkab Kubu Raya Tegaskan Pangan Sebagai Panglima

PROKOPIM KUBU RAYA – Pandemi Covid-19 berdampak pada banyak sektor kehidupan. Salah satu yang sangat terpukul adalah sektor ekonomi. Melambatnya sektor ini sangat mempengaruhi kehidupan masyarakat. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Kubu Raya mengarahkan kebijakan untuk peta pemulihan guna mengejar target yang akan dicapai. Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan optimistis penguatan ekonomi masyarakat dapat dilakukan mengingat berbagai potensi yang dimiliki Kubu Raya.

“Kita melihat pada fase pandemi Covid-19 ini dengan kondisi ekonomi masyarakat maupun rumah tangga yang ada, persoalan pangan menjadi fokus utama dalam pemulihan ekonomi. Dengan melihat potensi pertanian, perdagangan, perikanan, dan potensi laut lainnya yang ada di Kabupaten Kubu Raya, tentunya kita sangat optimistis dalam upaya penguatan ekonomi di masyarakat,” ujar Muda Mahendrawan saat memimpin Rapat Koordinasi Pemangku Kepentingan Pembangunan Kabupaten Kubu Raya di Ruang Rapat Pamong Praja I Kantor Bupati Kubu Raya, Kamis (2/7).

Ia menuturkan dunia saat ini diwarnai perang pangan. Sehingga sejak berdirinya Kubu Raya pada 13 tahun silam, dirinya selaku bupati pertama Kubu Raya saat itu telah komit menjadikan pangan sebagai panglima dari seluruh arah kebijakan. Terkait hal itu, dia mengatakan untuk memperkuat pangan area pertanian harus dijaga. 

“Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kubu Raya masih akan direvisi tahun depan, kita juga sudah mulai menyiapkannya dari saat ini,” terangnya. 

Lebih jauh Muda menuturkan pemulihan ekonomi menuntut adanya kreativitas dan inovasi. Khususnya untuk menemukan solusi lain yang berkaitan dengan pangan. Kondisi krisis pandemi menjadi tantangan tersendiri bagi generasi saat ini untuk mencari solusinya. Menurutnya, dalam menjalankan 

“Dalam menjalankan recovery ekonomi ini, selain sektor pertanian, perkebunan, perikanan, dan potensi laut lainnya, tentunya masih banyak hal yang belum kita pikirkan yang ada di depan mata tapi belum pernah sama sekali dilakukan. Karena kondisi pandemi ini, maka generasi kita saat ini sedang menghadapinya dan generasi ini juga yang harus berani menerima tantangan, mencari solusi, terobosan, atau langkah-langkah yang berkaitan dengan pangan,” paparnya.

Dia menerangkan sistem sinergi ala Kabupaten Kubu Raya yang kerap disebut dengan istilah ‘kepung bakul’ terus digaungkan. Tujuannya agar masyarakat lebih mudah memahami esensi dari kata sinergi tersebut. Baik masyarakat di perkotaan maupun di pelosok desa di seluruh Kubu Raya. 

“Artinya apa? Dengan sistem ‘kepong bakol’ ini akan lebih mudah menggerakkan masyarakat,” sebutnya. 

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Kubu Raya, Amini Maros, mengatakan pemerintah kabupaten berupaya menekan dampak pandemi Covid-19 melalui sejumlah stimulus ekonomi. Dia menilai beberapa sektor yang terbilang kuat terhadap kondisi pandemi yaitu pertanian, kehutanan, dan perikanan. Sedangkan sektor industri pengolahan yang selama ini menjadi penyumbang terbesar dari pertumbuhan Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Kubu Raya turut mengalami penurunan.

“Memasuki masa kenormalan baru, Pemerintah Kabupaten Kubu Raya kemudian melakukan recovery ekonomi dengan berbagai upaya melalui sistem ‘kepung bakul’ yang melibatkan semua pihak yang selama ini telah berperan terhadap pembangunan di Kabupaten Kubu Raya dari semua sektor. Termasuk para pemangku kepentingan di luar instansi pemerintahan. Baik yang merupakan perpanjangan tangan pemerintah pusat melalui program-program nasional maupun pemangku kepentingan yang secara mandiri dengan dukungan nasional dan internasional yang telah turut mewarnai pembangunan di Kubu Raya selama ini,” tuturnya. 

Amini Maros mengatakan berbagai pemangku kepentingan dilibatkan di dalam rapat koordinasi agar lebih sinergis dan komprehensif. Para pihak tersebut disebutnya telah turut bekerja membangun Kabupaten Kubu Raya. 

“Rapat ini untuk bersama-sama merumuskan perencanaan ke depan untuk pencapaian recovery ekonomi Kabupaten Kubu Raya yang dapat menaikkan pertumbuhan ekonomi minimal mencapai target yang ditetapkan Pemerintah Kabupaten Kubu Raya di tahun 2021,” jelasnya. (rio)

JARINGAN SKPD