Pemkab Komit Beri Kemudahan Berusaha di Kubu Raya

Info Gambar :

PROKOPIM KUBU RAYA – Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan berharap ada percepatan dalam pemulihan ekonomi di era kenormalan baru. Menurutnya, mewujudkan hal itu perlu persepsi dan langkah yang sama. Agar bisa lebih fokus mencari titik potensi yang belum tergali dengan maksimal. Sekaligus sebagai upaya agar masyarakat terbebas dari pengangguran, terutama dengan adanya pemetaan wilayah dan potensi penduduk serta sumber daya alam yang ada. 

“Kita berusaha kondisi pertumbuhan ekonomi dan juga hal-hal yang menyangkut bagaimana perputaran sektor-sektor ini bisa berkembang. Ini yang kita petakan bersama sekaligus agar investasi baik dari masyarakat sendiri, pemerintah melalui APBN, APBD, dan dana desa yang bergulir ini bisa benar-benar menghasilkan outcome. Termasuk investasi dari swasta yang hadir dan eksis ini dimaksimalkan berikut investasi yang baru akan tumbuh,” paparnya saat menjadi pembicara utama pada webinar “Potensi dan Kemudahan Berusaha di Kabupaten Kubu Raya”, Kamis (23/7), di Ruang Rapat Pamong Praja I Kantor Bupati Kubu Raya.

Ia menyatakan stabilitas dan kenyamanan investasi menjadi hal utama. Menciptakan ketertarikan investasi harus dilakukan dengan langkah-langkah yang riil. Di mana pemerintah kabupaten berupaya mempermudah langkah-langkah pihak manapun termasuk swasta. Yang diharapkan ke depannya juga makin berperan memperkuat desa-desa agar bisa diberdayakan. Dengan begitu urbanisasi tidak terjadi secara masif ke perkotaan.

“Sehingga bagaimana agar desa-desa justru menjadi ruang untuk bisa beraktivitas dan menggali potensinya,” sebutnya. 

Dirinya menilai Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu menjadi potret untuk melihat Kubu Raya. Karena itu, informasi potensi dan kemudahan perizinan berusaha sangat penting disampaikan. Demi tujuan akhir menciptakan masyarakat yang dapat hidup lebih baik karena ada perputaran dana yang lebih banyak di Kubu Raya. 

“Tentu harus kita lihat dalam sebuah potret bersama supaya bagaimana agar sirkulasi investasi ini benar-benar juga membuat pertumbuhan ekonomi itu berkualitas. Artinya bisa terakses kepada semua penduduk Kubu Raya di seluruh desa yang akhirnya membuat pemerataan dan adanya rasa keadilan yang terpenuhi,” jelasnya. 

Dia mengatakan sejumlah sektor terus diperkuat agar menarik minat investor untuk datang dan menanamkan modal. Sehingga terjadi perputaran ekonomi di Kubu Raya. Satu hal yang menjadi kunci utama, menurutnya, adalah kemandirian pangan. Sebab akan menjaga stabilitas setiap rumah tangga sekaligus menghindari ketergantungan dari luar.

“Kalau setiap desa ketergantungan pangan dari luar, berarti terjadi defisit pangan. Jika defisit, maka hasil yang diperoleh dari investasi yang masuk pun tentu akan keluar lagi. Jadi bagaimana kita menciptakan semua desa di Kubu Raya tidak defisit pangan. Kebutuhan akan pangan lokal bisa terpenuhi dari Kubu Raya sendiri. Ini yang jadi tantangan kita,” terangnya. 

Muda mengingatkan bahwa promosi-promosi investasi tidak berarti jika daerah tidak membuat pondasi yang kokoh terhadap sistem birokrasi maupun kondisi sosial masyarakat. Dua hal tersebut yang kerap membuat investor merasa kerasan. Karena itu, ia meminta agar promosi yang dibuat tidak semu.

“Sehingga di bawah juga siap dengan data yang tepat. Jangan sampai orang ingin investasi tapi kita tidak punya data dan pemetaan yang tepat mengenai potensi yang paling maksimal berdasarkan pada pemetaan yang valid,” jelasnya. 

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Kubu Raya, Maria Agustina, mengungkapkan sejumlah bentuk komitmen pihaknya terkait kemudahan proses pelayanan perizinan berusaha di Kubu Raya. Menurutnya, pelaku usaha yang hendak berinvestasi di Kubu Raya dapat memulai kegiatannya dengan memastikan kesesuaian lahan atau lokasi melalui izin prinsip pemanfaatan ruang atau IPR dan mendapatkan izin lokasi. Setelah itu baru mengurus izin-izin dasar lainnya. 

“Jadi itu komitmen pemerintah kabupaten untuk memulai kegiatan usaha atau investasi di Kubu Raya,” terangnya.

Ia melanjutkan, pemerintah kabupaten juga memberikan insentif dan kemudahan dalam berinvestasi di Kubu Raya. Insentif yang sudah dilakukan oleh pemerintah kabupaten yakni dari sisi penundaan pembayaran pajak daerah. Juga fase konstruksi yang belum dikenakan pajak oleh pemerintah daerah. Terlebih di masa pandemi Covid-19 saat ini. Dia mengungkapkan ada sejumlah pelaku usaha dan investor yang meminta penundaan pembayaran pajak-pajak kepada pemerintah daerah. 

“Nah, ini komitmen pemerintah kabupaten untuk mengakomodasi itu,” ucapnya. 

Maria meneruskan, pihaknya juga memaksimalkan seluruh saluran komunikasi yang ada untuk memberikan informasi sejelas mungkin terkait potensi dan kemudahan berusaha di Kubu Raya. Optimalisasi informasi itu dilakukan melalui Internet dan berbagai media sosial yang ada. 

“Kami memberikan data informasi terhadap peluang investasi atau penanaman modal. Selain itu khalayak bisa melihat potensi-potensi investasi di website dan medsos kita. Sekarang pun semua Organisasi Perangkat Daerah sudah menyampaikan informasi-informasi mereka melalui Internet. Kami berusaha satu data dan memberikan data yang valid ke masyarakat terutama potensi-potensi investor di Kubu Raya,” paparnya. 

Dirinya menambahkan, Dinas Penanaman Modal juga telah menyediakan sarana dan prasarana yang memadai di dalam pelayanan publik. Di antaranya dengan keberadaan Café Pelayanan Publik atau CEPEK di kantor Dinas. Fasilitas ini memberikan segala bentuk kenyamanan kepada pelaku usaha dan investor yang hendak berkoordinasi dengan pihak dinas. 

“Mereka yang ingin mendapatkan bimbingan dari kami akan merasakan kenyamanan baik dari segi tempat, fasilitas Internet, petugas pembimbing, dan sebagainya,” jelasnya. 

Maria menegaskan pihaknya komit memberikan penyederhanaan dan percepatan pemberian izin berusaha. Informasi tentang potensi investasi-investasi di kawasan strategis juga secara terbuka disampaikan. Begitu pula ketersediaan akses informasi tenaga kerja yang telah disiapkan oleh dinas terkait. Ruang promosi terhadap hasil-hasil pelaku usaha mikro kecil dan menengah pun juga diberikan. Baik melalui kegiatan langsung maupun secara daring.

“Alhamdulillah di Kubu Raya tidak ada gejolak-gejolak yang berpengaruh terhadap kegiatan investasi,” imbuhnya. 

Dia menerangkan untuk proses perizinan, Kabupaten Kubu Raya telah melakukan layanan perizinan secara daring. Bagi pelaku usaha yang belum memahami hal tersebut, pihak dinas juga menyediakan layanan bimbingan di kantor dinas. 

“Ini yang sudah kami lakukan beberapa tahun terakhir sampai sekarang dan selalu ditingkatkan kualitas proses pelayanannya,” sebutnya. 

Sekretaris Daerah Kabupaten Kubu Raya Yusran Anizam menyatakan pemerintah kabupaten terus meningkatkan kualitas informasi tentang potensi dan kemudahan berusaha di Kubu Raya. Ia menegaskan pemerintah daerah sangat mendukung dan siap untuk pelayanan yang cepat dan tertib sesuai mekanisme aturan yang ada. 

“Kalau memang ada birokrasi yang masih panjang berbelit dan highcost, kita akan sempurnakan lagi sehingga benar-benar mendukung terkait dengan kemudahan berinvestasi di Kubu Raya,” tuturnya. 

Terkait potensi yang ada, Yusran mengatakan SKPD dan para pelaku usaha dapat melihat dari perencanaan-perencanaan yang ada. Baik dari Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) maupun dinas sektor, di mana sudah ditetapkan berbagai sektor bahkan wilayah-wilayahnya. 

“Seperti contohnya sembilan kawasan perdesaan yang sudah ditetapkan peraturan bupati dengan masing-masing komoditasnya. Juga dengan kesiapan dari masyarakatnya karena peraturan bupatinya disusun secara bottom-up. Artinya komoditas-komoditas itu sudah siap untuk diinvestasikan,” terangnya. 

Ia menilai upaya membangun Kubu Raya membutuhkan investasi yang besar. Tidak cukup hanya dengan APBD dan APBDes. Karena itu, dirinya menyebut strategi Bupati Kubu Raya untuk memastikan perputaran uang berlangsung di dalam Kabupaten Kubu Raya harus didukung.

“Termasuk mengepung bagaimana uang beredar tidak keluar dari Kubu Raya. Ini perlu kita inovasikan di masing-masing sektor. Kalau bisa masyarakat petani itu kalau begitu dapat uang, belanjanya juga di kampung halamannya. Uang beredar itu tidak keluar dari Kubu Raya,” sebutnya. 

Yusran menilai kegiatan webinar kemudahan berusaha sangat strategis sebagai upaya publikasi potensi dan kemudahan berusaha di Kubu Raya. Dengan begitu diharapkan para pelaku usaha dapat mengembangkan usahanya pada sektor-sektor yang telah diketahui prospeknya. 

“Termasuk bagaimana bisa bermitra dengan pelaku usaha mikro kecil dan menengah di Kubu Raya,” tambahnya. (rio)

JARINGAN SKPD