Pemkab Fokus Kejar Indeks Kebahagiaan

Pemkab Fokus Kejar Indeks Kebahagiaan
Pemkab Fokus Kejar Indeks Kebahagiaan Info Gambar :

 

Mewujudkan visi bahagia, Pemerintah Kabupaten Kubu Raya terus melakukan program-program pemberdayaan yang dapat membahagiakan rumah tangga dan generasi muda di Kubu Raya. Hal itu ditegaskan Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan saat menghadiri kegiatan Harlah Santri Jalanan IV dan Peluncuran Program Santri Bertanya Kiyai Menjawab (SKBM), Website, dan Aplikasi Android di Aula Kantor Bupati Kubu Raya, Sabtu (18/5).

“Sudah saatnya pemerintah daerah akan mengejar indeks kebahagiaan yang saat ini masih rendah di kalangan keluarga, rumah tangga, dan generasi muda,” kata Bupati Muda pada kegiatan yang bertemakan “Silaturahmi 1000 Santri Membangun Literasi dan Edukasi Pemuda Lewat Surau-surau di Pelosok Nusantara” itu.

Menurut Muda, jika setiap insan berorientasi pada makna hidup, maka setiap kerja dan langkah tidak hanya akan diarahkan untuk mencari materi semata. Namun lebih mencari kebahagiaan diri dengan cara membahagiakan orang lain. Ia menyebut peluang yang ada dalam konteks kegiatan Santri Jalanan harus dioptimalkan bersama demi pemenuhan hak-hak masyarakat.

"Dengan adanya peluang ini, maka harus kita kepung bersama-sama. Karena saya melihat dengan adanya inisiatif dari teman-teman Santri Jalanan ini, tentu bagi pemerintah daerah akan tergantung pada inisiatif dan prakarsa dari masyarakat. Karena kita Pemerintah Kubu Raya selalu berslogan dan bermotokan bahwa akan terus melihat itu sebagai langkah untuk membuka peluang kepada masyarakat," tuturnya.

Muda menegaskan hadirnya pemerintah daerah akan dan harus membuka peluang-peluang bagi warganya. Bukan peluang bagi pemerintah daerah sendiri.

"Nah di sinilah cara kepungnya, termasuk dari para mahasiswa dan Santri Jalanan agar membuat pemerintah menjadi sibuk dan berorientasi pada hal-hal yang menyangkut hajat hidup masyarakat luas," jelasnya.

Ketua Umum Santri Jalanan Afif Al-Fariq mengatakan kegiatan yang digelar pihaknya bertujuan mengarahkan literasi agar berjalan dalam bentuk sosial dan diaplikasikan dengan berdakwah dalam bentuk karya.

“Anak-anak Santri Jalanan aktif menulis buku dan hasil dari kegiatan tersebut juga hasil kreasi dalam bentuk musik akan disalurkan dalam bentuk program rehab 1000 surau, umroh gratis bagi 1000 guru mengaji di surau, 1000 guru sehat, 1000 guru sejahtera, dan rehab pesantren,” paparnya.
Afif mengungkapkan hingga kini telah ada 700 Santri Jalanan yang tersebar di Kalimantan Barat dengan 80 persen di antaranya berasal dari Kabupaten Kubu Raya. Selain dari unsur mahasiswa, Santri Jalanan juga melibatkan pondok pesantren yang ada di Kabupaten Kubu Raya dan Kabupaten Mempawah.

"Kegiatan ini memang bertujuan untuk menciptakan sejarah agar pada 10-20 tahun mendatang dapat meningkatkan minat baca bagi kalangan generasi muda, khususnya bagi santri dan mahasiswa di Kalimantan Barat ini," harapnya. (rio)

BERITA LAINNYA

  • Minggu, 18 Agustus 2019
HUT RI Momen Refleksi Diri
  • Sabtu, 17 Agustus 2019
Warga Binaan Terima Remisi
  • Jumat, 16 Agustus 2019
Pemkab Kukuhkan Paskibra Kubu Raya
  • Jumat, 16 Agustus 2019
Tips Hadapi Angin Puting Beliung