Muda: Visi Bahagia Semangati Warga

Muda: Visi Bahagia Semangati Warga
Muda: Visi Bahagia Semangati Warga Info Gambar :

 

Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan menegaskan, salah satu kebijakan utama yang mendasar di Kabupaten Kubu Raya adalah berkaitan dengan hak-hak masyarakat untuk hidup sehat. Visi bahagia yang ditetapkan pemerintah daerah, menurutnya, tidak lain untuk memberikan ketenangan dan kebahagiaan setiap rumah tangga.

“Nah, sekarang utamanya adalah sehat dulu. Itulah yang harus dipikirkan kepala daerah di level manapun. Karena yang diurus adalah manusia-manusia yang tergabung dalam rumah tangga-rumah tangga. Jadi itulah yang menjadi fokus pikiran kita. Dan Alhamdulillah sejumlah kebijakan sudah kita buat untuk meringankan beban masyarakat,” kata Muda Mahendrawan saat menghadiri kegiatan Gardutama Kehidupan dan Lansia Bahagia di Puskesmas Kecamatan Sungai Kakap, Rabu (10/7).

Muda mengungkapkan, di antara langkah yang telah dilakukan Pemerintah Kabupaten Kubu Raya adalah merealisasikan jaminan kesehatan bagi 37 ribu jiwa masyarakat miskin di tahun 2019. Jumlah itu akan bertambah di tahun berikutnya menjadi 70 ribu jiwa dan berlanjut 100 ribu jiwa di tahun selanjutnya. Dengan begitu target universal coverage atau jaminan akses bagi masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan tanpa menghadapi kesulitan finansial akan tercapai.

“Ini upaya kita supaya setidak-tidaknya bisa memberikan ketenangan bagi masyarakat tidak mampu,” ujarnya.

Muda menilai dalam prakteknya kehadiran pemerintah akan sangat dirasakan masyarakat melalui pelayanan kesehatan. Terutama di wilayah-wilayah terpencil. Karena itu, ia menyebut pentingnya mengawal 1000 hari pertama kehidupan (HPK) dalam upaya menciptakan generasi yang sehat dan tumbuh baik. Terlebih di tengah fenomena stunting atau gangguan pertumbuhan akibat kurang gizi kronis yang terjadi di seluruh Indonesia termasuk Kubu Raya. Menurutnya, hal terpenting adalah mencari terobosan langkah-langkah.

“Bagaimana bersama-sama mencari cara-cara yang sifatnya antisipatif tapi bisa dilakukan. Sebenarnya tidak sulit jika langkah-langkahnya benar, fokus, dan massif. Harus keroyokan antara pemerintah kabupaten level puskesmas sampai ke bawah dan pemerintah desa sampai ke tingkat RT,” tuturnya.

Kebijakan lain yang diambil, lanjutnya, yakni program kunjungan layanan kesehatan ke masyarakat. Selain itu juga pemberian makanan tambahan kepada anak-anak hingga ibu mengandung. Ia menyebut hal itu sebagai ikhtiar agar kebutuhan nutrisi masyarakat dapat diperkuat.

“Jangan ada pembiaran. Sekarang ini masalah terjadi sangat cepat sehingga juga perlu respons yang cepat agar bisa diantisipasi. Yang lebih berpengaruh itu pada saat dalam kandungan harus diperkuat. Termasuk gizi anak-anak usia dini,” terangnya.

Terkait eksistensi lansia di Kubu Raya, Muda mengungkapkan angka harapan hidup lansia saat ini 69,78. Menurutnya, angka tersebut dapat ditingkatkan seiring dengan meningkatnya indeks kebahagiaan masyarakat.

“Kalau orang bahagia umurnya panjang. Makanya visi kita bahagia itu untuk memberi semangat kepada masyarakat agar bagaimana punya tujuan semua rumah tangga itu tenang dan bahagia. Jika sakit tidak khawatir karena bisa berobat. Kalau tidak mampu bisa dibantu supaya mendapatkan pelayanan untuk bisa dirawat,” ucapnya. Ia menambahkan, tingginya angka harapan hidup juga menjadi satu di antara indikator baiknya kinerja pemerintah daerah.

Pelaksana tugas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kubu Raya, Marijan, menerangkan kegiatan Gardutama Kehidupan dan Lansia Bahagia yang digelar pihaknya di Puskesmas Sungai Kakap merupakan upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan peran lansia terutama dengan menjaga kesehatan para lansia.

“Pada kegiatan ini kita lakukan juga pemeriksaan kesehatan lansia, senam lansia, dan melalui posyandu lansia dilakukan pemeriksaan PTM atau penyakit tidak menular,” jelasnya.

Pada kesempatan itu Bupati Muda Mahendrawan mengunjungi sejumlah pameran produk masyarakat dan fasilitas Puskesmas Kecamatan Sungai Kakap. Di antaranya UGD, ruang rawat inap, ruang persalinan, dan sejumlah fasilitas ruangan pelayanan lainnya. (rio)