Muda Lantik Mula Jadi Dirut PDAM Tirta Raya

Info Gambar :

Bupati Muda Mahendrawan melantik Mula Putra sebagai Direktur Perusahaan Umum Daerah Air Minum Tirta Raya Kabupaten Kubu Raya Periode 2019-2024, Jumat (20/9). Pelantikan di Aula Kantor Bupati Kubu Raya itu dirangkaikan dengan pelantikan 27 pejabat eselon di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kubu Raya. Bupati Muda menyatakan pelantikan Mula Putra didasarkan pada hasil keputusan Panitia Seleksi Dirut Perusahaan Umum Daerah Air Minum Tirta Raya. 

“Peraih nilai tertinggi itulah yang dilantik,“ ujarnya seusai pelantikan.

Muda menyebut panitia seleksi bekerja sangat profesional. Dalam proses seleksi, dirinya mengaku bersifat pasif. Tidak terlibat dalam penentuan hasil dari serangkaian tahapan seleksi. 

“Ya prinsipnya saya tinggal menerima hasil. Tidak pakai otak-atik lagi setelah rangkaian tahap seleksi,” ucapnya. 

Terkait kinerja Perum DAM Tirta Raya, Muda menyatakan fokus utama pemimpin yang baru adalah meningkatkan pelayanan air bersih kepada masyarakat. Karena, menurutnya, cakupan pelayanan air bersih di Kubu Raya masih jauh dari merata. 

“Bicara pelayanan dulu bagaimana mengalirkan air masyarakat. Itu dulu fokus kita, bagaimana air bisa jalan maksimal dan tertib. Nanti ada kontrak kinerja. Mana yang belum terpasang bisa lebih maksimal dialirkan. Untuk itu kita ada rencana pengembangan tambahan kapasitas,” ungkapnya.

Muda menjelaskan, di antara tantangan terberat Mula Putra adalah menekan kebocoran. Sehingga Perum DAM Tirta Raya bisa berfungsi lebih maksimal. Terlebih, menurutnya, ke depan pemerintah daerah akan melakukan penyertaan modal dan rencana pengembangan yang sudah disetujui pemerintah pusat. 

“Ini yang mudah-mudahan akan secara profesional dilakukan karena kan kelembagaannya juga diubah perusahaan umum daerah. Ini lebih memberikan peluang untuk lebih profesional sebab mereka diberi ruang yang lebih enak. Misalnya kerja sama pihak ketiga aturannya lebih fleksibel,” terangnya.

Direktur Perusanaan Umum Daerah Air Minum Tirta Raya Mula Putra mengatakan, sebagai perpanjangan pemerintah daerah, pihaknya terinspirasi untuk turut aktif mewujudkan masyarakat Kubu Raya yang bahagia. Caranya melalui pelayanan air bersih yang berkualitas dan terdepan dalam lingkungan kerja yang religius. 

“Kita punya satu program namanya program ‘Menanjak’. Di mana dalam program ini kita adakan percepatan-percepatan untuk meningkatkan pelayanan, pendapatan, menekan kebocoran, dan memperluas jangkauan pelayanan teknis,” tuturnya.

Mula mengungkapkan, kondisi pelayanan teknis di Kubu Raya sat ini baru 17 persen. Tertinggal sangat jauh dengan rencana jangka menengah pemerintah secara nasional, di mana cakupan pelayanan air seharusnya 100 persen. 

“Bayangkan betapa tertinggal jauhnya Kubu Raya yang hanya 17 persen,” ucapnya.

Mula menyebut cakupan jaringan sangat bisa dikembangkan. Yang menjadi masalah, menurut dia, adalah Instalasi Pengolahan Air (IPA) yang sangat kurang. Kapasitas terpasang yang sekarang aktif hanya 210 liter/detik. 

“Idealnya kalau kita mau mencakup 40 persen saja paling tidak kita harus punya IPA kurang lebih 1.000 liter/detik,” jelasnya. 

Namun, ia menyatakan mulai 2020 mendatang Kubu Raya telah mendapatkan bantuan anggaran dari pemerintah pusat untuk 300 liter/detik. 

“Jadi 200 liter/detiknya dialokasikan di daerah Arang Limbung untuk pelayanan daerah Sungai Raya Dalam dan sekitarnya. Dan 100 liter/detiknya di Arang Limbung. Alhamdulillah ini bisa mengcover untuk sekitar 21 ribu pelanggan,” katanya.

Dengan bantuan pemerintah pusat pula, lanjut Mula, Perum DAM Tirta Raya akan bisa meningkatkan pelayanan air dan naik kelas. Selama ini, ungkapnya, kelas PDAM Kubu Raya berkategori di bawah 30 ribu pelanggan sehingga hanya dipimpin satu direktur. 

“Insya Allah misalnya dengan percepatan penambahan pelanggan kita targetkan mungkin dalam dua tahun ini kelas kita bisa naik. Bisa mencapai 30 ribuan lebih pelanggan dan direksinya bisa menjadi tiga orang, yakni direktur utama, direktur teknik, dan direktur umum dan keuangan,” paparnya.

Lebih jauh Mula Putra menuturkan, terkait tarif pihaknya akan melakukan evaluasi. Intinya, persoalan tarif tidak menimbulkan polemik di masyarakat. Berkaitan dengan tarif pula ia menerangkan, dengan menekan tingkat kebocoran maka perusahaan daerah air minum sudah bisa untung. 

“Khusus untuk Kubu Raya sebenarnya kita sudah full cost recovery. Hanya hanya karena tingkat kebocoran kita tinggi hingga 39 persen, akhirnya harga produksi air kita lebih tinggi dari harga pokok air kita,” bebernya. 

Mula menjelaskan, meski di 2018 PDAM Tirta Raya telah mencetak laba Rp 1,2 miliar, kinerjanya tetap terbilang kurang sehat karena belum mencapai poin yang dipersyaratkan pemerintah. 

“Nah, target saya dalam tiga bulan ini kita sudah tahu indikator-indikatornya apa, kelemahan-kelemahannya di mana. Itu yang mau kita tingkatkan. Yang sudah bagus kita dipertahankan. Ada beberapa indikator yang kita jeblok. Di aspek pelayanan, keuangan, produksi, dan administrasi. Yang paling lemah sebenarnya di aspek sumber daya manusia,” ungkapnya.

Meningkatkan kapasitas SDM perusahaan daerah air minum Kubu Raya, Mula menyatakan akan mengikutsertakan pegawainya pada pelatihan-pelatihan yang digelar PDAM Kota Pontianak.

“Akan kita push dalam tiga bulan terakhir ini. Teman-teman dari perusahaan daerah air minum Kubu Raya untuk diikutkan dalam pelatihan karena itu mempunyai poin. Karena tahun lalu audit kinerja kita poinnya nol,” terangnya.

Mula mengaku optimistis akan masa depan Perum Daerah Air Minum Tirta Raya. Audit kinerja yang sehat menjadi target kerja pertamanya. Karena, menurutnya, hanya perlu tambahan sedikit poin lagi untuk mencapai kategori kinerja sehat. 

“Dari sisi keuangan kita sudah mencetak laba. Kalau kebocoran turun pendapatan pasti naik. Nah, yang harus kita lakukan sekarang adalah mengurangi tingkat kebocoran tinggi yang mencapai 39 persen. Normal harusnya 20 persen,” sebutnya. (rio)

JARINGAN SKPD