Kubu Raya Mulai Skrining Covid-19 dengan GeNose19

Info Gambar :

PROKOPIM KUBU RAYA – Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan dan Ketua Tim Penggerak PKK Rosalina Muda bersama 20 siswa SD Negeri 14 Sungai Raya mengikuti skrining Covid-19 di SD Negeri 14 Sungai Raya, Selasa (23/2). Skrining dengan menggunakan GeNose C19 bertujuan mendeteksi penularan Covid-19 di lingkungan sekolah. Penggunaan GeNose C19 dipandu langsung Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kubu Raya Marijan. 

Marijan mengatakan penggunaan GeNose C19 ke depannya juga akan dilakukan di PAUD, SD, dan SMP yang tersebar di Kubu Raya. Sedangkan untuk SMA menunggu kebijakan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat.

“Dilakukannya skrining Covid-19 dengan GeNose C19 ini bertujuan agar peserta didik dan guru di sekolah bisa mendeteksi awal penularan virus Covid-19 sedini mungkin,” ujarnya. 

Marijan menerangkan cara kerja GeNose sangat cepat. Hanya perlu waktu tiga menit untuk keluar hasil dengan akurasi 95 persen. 

“Sehingga jika ada siswa maupun guru yang terindikasi positif Covid-19, maka akan langsung dilakukan perawatan di puskesmas terdekat,” katanya. 

Marijan berpesan agar selama proses pembelajaran tatap muka, semua guru dan kepala sekolah disiplin menerapkan protokol kesehatan. Sekolah juga diwajibkan untuk menyiapkan masker. 

“Jika terdapat satu di antara murid maupun guru yang terpapar Covid-19, maka jajaran di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kubu Raya untuk memperhatikan hal itu dan kami di Dinas Kesehatan tetap memantau di masing-masing Puskesmas yang tersebar di sembilan kecamatan,” ucapnya.

Marijan menyebut SD Negeri 14 Kecamatan Sungai Raya merupakan sekolah pertama di Provinsi Kalimantan Barat yang telah melakukan skrining Covid-19 dengan GeNose C19. Sekolah ini, menurut dia, telah menjadi pelopor bagi sekolah-sekolah lainnya di Kalimantan Barat bahkan Indonesia.

“Anak-anak di sekolah ini harus bangga karena menjadi pelopor dan yang pertama di Kalimantan Barat bahkan di Indonesia yang telah diskrining Covid-19 dengan GeNose C19,” tuturnya. 

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayan Kabupaten Kubu Raya Muhammad Ayub mengatakan, penerapan Pembelajaran Tatap Muka dilakukan sesuai petunjuk teknis yang ada. Salah satunya dengan melakukan skrining Covid-19 menggunakan GeNose C19. 

“Skrining ini akan dilakukan secara rutin dari sekolah ke sekolah dan untuk guru-gurunya secara rutin setiap dua pekan juga dilakukan skrining di puskesmas-puskesmas yang ada di wilayah sekolah. Hal ini khusus untuk wilayah yang berbatasan dengan ibu kota kabupaten,” paparnya.

Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan menuturkan sejak bulan Desember 2020 lalu Pemerintah Kabupaten Kubu Raya telah menyiapkan petunjuk teknis melalui keterlibatan Komite Sekolah. Juknis disiapkan dengan mengacu pada penerapan protokol kesehatan. Muda menilai pembelajaran dalam jaringan (daring) yang selama ini dilakukan tidak dapat memenuhi kebutuhan psikologis siswa.

“Tentunya kondisi itu bisa memberikan dampak yang kurang baik bagi perkembangan anak-anak. Meski hanya belajar daring, namun situasinya sangat berbeda karena tidak bisa bertemu langsung,” kata Muda.

Muda mengungkapkan pembelajaran tatap muka dilakukan karena pemerintah daerah melihat semakin terkendalinya penyebaran Covid-19 dan tingkat kesembuhan yang cukup tinggi. Selain itu juga tidak terjadi lonjakan jumlah kasus di sejumlah kecamatan.

“Kita juga meminta kepada setiap sekolah untuk mempersiapkan fasilitas pencuci tangan sehingga setiap waktu anak-anak bisa mencuci tangannya. Selama PTM ini tidak ada waktu istirahatnya dan tidak ada agenda-agenda yang sifatnya di luar waktu belajar dan proses belajarnya hanya berlangsung selama dua jam saja. Selain itu setiap kelas dibagi dua,” paparnya.  

Ia menambahkan, pembelajaran tatap muka memberikan kegembiraan tersendiri bagi orangtua siswa. Hal itu, menurutnya, sangat positif sebab dapat meningkatkan imunitas tubuh. 

“Bahkan saat saya menghadiri Musrenbang di Kecamatan Batu Ampar pada Senin lalu, kemarin di Olak-Olak Pinang ada seorang ibu yang mengantar anaknya menggunakan sampan. Tampak wajah semangat ibu dan anaknya. Hal ini perlu kita lihat, karena suasana batin itu sangat penting untuk kita dan ini juga merupakan bagian dari menanjakkan imunitas tubuh kita,” jelasnya. (rio)

JARINGAN SKPD