Kubu Raya Gelar Konsultasi Publik dan Forum SKPD/Lintas SKPD 2022

Info Gambar :

PROKOPIM KUBU RAYA - Sekretaris Daerah Kabupaten Kubu Raya Yusran Anizam mewakili Bupati Kubu Raya membuka Konsultasi Publik dan Forum SKPD/Lintas SKPD RKPD Kabupaten Kubu Raya Tahun 2022, di Ruang Praja Utama, Kantor Bupati Kubu Raya, Kamis (18/3).

RKPD tahun 2022 merupakan pelaksnaan tahunan dari RJMD Kabupaten Kubu Raya tahun 2019-2024, dengan tema "Peningkatan Daya Saing Daerah, Pengembangan Pusat Pertumbuhan Ekonomi Kerakyatan serta Pengarustamaan Gender Didukung Infrastruktur Mendasar dan Pelayanan Sosial Dasar".

"Saya rasa kita semua sepakat, kegiatan ini memiliki peran yang sangat strategis, utamanya dalam menjaring aspirasi dan harapan stakeholder serta merumuskan masukan dan saran dalam penyempurnaan dokumen tahun 2022," kata Yusran Anizam saat menyampaikan sambutan Bupati Kubu Raya.

Yusran mengatakan, hal ini juga sekaligus melaksanakan sinkronisasi dan mewujudkan sinergisitas antara hasil Musrenbang RKPD yang telah dilaksnakan oleh kecamatan dengan program prioritas yang dilaksanakan oleh perangkat daerah di tingkat kabupaten.

"Kinerja Pemerintah Kabupaten Kubu Raya pada tahun 2020 menunjukkan hasil yang menggembirakan, sebagian besar indikator makro ekonomi tren yang cenderung positif walaupun masih dalam masa pandemi Covid-19," kata Yusran.

Ia menambahkan, sampai dengan triwulan III tahun 2020 ekonomi Kabupaten Kubu Raya tetap dapat tumbuh positif sebesar 1,16 persen, dan angka kemiskinan yang turun menjadi 4,42 persen. Sehingga menjadikan, Kabupaten Kubu Raya pada 2020 memiliki tingkat kemiskinan paling rendah di Provinsi Kalbar.

"Untuk itu kinerja yang telah dicapai hinga saat ini, harus dapat berasama-sama kita pertahankan dan lebih ditingkatkan di masa mendatang, diawali dengan penyusunan perencanaan pembangunan yang aspiratif dan partisipatif," tegasnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan Kabupaten Kubu Raya mempunyai strategi yang disebut sistem 'Kepong Bakol' yang menjadi jurus utama di Kubu Raya, dalam mengatasi berbagai persoalan di masyarakat, sistem 'Kepong Bakol' ini merupakan sistem yang dilakukan secara keroyokan. Mulai dari RT, desa, kecamatan hingga ke tingkat kabupaten.

"Melalui sistem 'Kepong Bakol ini, akan lebih efektif, karena baik regulasi maupun programnya, jika dilakukan dengan ketepatan waktu yang bersamaan antara satu OPD dengan OPD lainnya, maka akan menambah capaian kinerja dan target," tuturnya.

Melalu kegiatan ini diharapkan agar program-program yang sudah dibahas dan menjadi usulan prioritas dalam musrenbang kecamatan dapat disinkronkan dengan rencana program yang dituangkan dalam RKPD penyusunan perogram kegiatan juga harus sesuai dengam teoritas RPJMD, serta memiliki daya ungkit yang tinggi terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

"Saya meminta setiap SKPD harus benar-benar mendukung upaya pencapaian target program-program teoritas yang telah dicanangkan," ujarnya. (Jaka)

JARINGAN SKPD