Komit Cegah Stunting, Bupati Muda Tanam Padi Zinc

Info Gambar :

PROKOPIM KUBU RAYA – Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan melakukan tanam perdana musim gadu 2020 di lahan pertanian Desa Parit Keladi, Kecamatan Sungai Kakap, Selasa (9/6). Bersama masyarakat petani, Bupati Muda menanam padi Inpari IR Nutri Zinc, yakni varietas padi pertama yang memiliki kandungan unsur zinc atau seng. Zinc merupakan salah satu mineral yang berperan penting dalam pertumbuhan, perkembangan, dan kesehatan jaringan tubuh. Nantinya penanaman padi zinc akan dikembangkan di seluruh kecamatan lainnya.

“Kita akan menanam padi zinc yang nanti akan diperluas benihnya. Kita bersama-sama untuk juga memperkuat di berbagai kecamatan yang lain,” ujar Muda Mahendrawan saat berbincang dengan masyarakat petani seusai penanaman. 

Ia mengaku sangat bersemangat melakukan penanaman. Sebab tak hanya menanam untuk kesediaan pangan, penanaman padi zinc juga menjadi salah satu upaya mengatasi persoalan stunting atau gagal pertumbuhan pada anak akibat kekurangan gizi. 

“Kenapa saya semangat sekali mau menanam? Karena ada misi yang lain yaitu tidak hanya menanam padi untuk menyediakan pangan, tapi ini menyediakan pangan sekaligus bisa lebih banyak mengatasi persoalan stunting,” tuturnya.

Dia menerangkan stunting yang terjadi akibat kekurangan gizi dalam waktu lama tidak sekadar berdampak pada ukuran tubuh. Pengaruh yang lebih jauh adalah pertumbuhan otak yang lambat. Karena itu, penanaman padi zinc tidak semata untuk pemberdayaan pertanian, ekonomi, maupun penyediaan pangan sehat, melainkan ada misi lebih luas yang dibawa. 

“Nah, ini yang menyebabkan adanya rasa terpanggil. Dan ini memang telah menjadi perhatian kami sejak dulu, yakni upaya memperkuat pencegahan stunting,” ujarnya.

Muda mengatakan nantinya padi zinc dapat dikonsumsi oleh ibu-ibu hamil. Karena itu ia akan membuat mekanisme sistem agar padi tersebut dapat dijangkau oleh mereka yang membutuhkan. 

“Pemkab nanti juga akan menyiapkan cadangannya untuk bisa disuplai ke puskesmas dan pustu supaya padi ini bisa dikonsumsi. Inilah yang membuat kenapa kita bersemangat,” ucapnya.

Terkait pencegahan stunting, lebih jauh Muda mengungkapkan Kubu Raya merupakan kabupaten pertama di Indonesia yang melakukan program pelayanan kesehatan jemput-bola terpadu. Di mana program Selasa-Jumat (Salju) Terpadu berhasil masuk sepuluh besar ajang Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) 2020 yang digelar Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia. Kubu Raya menjadi satu-satunya kabupaten wakil dari Pulau Kalimantan. Oleh pemerintah pusat, program Salju Terpadu dinilai sebagai program yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat khususnya di bidang kesehatan. Program ini menjadi upaya mempercepat target 12 indikator Standar Pelayanan Minimal (SPM) dalam menurunkan angka kematian ibu dan balita (AKI-AKB) serta stunting. Sebab bersifat proaktif yakni langsung menyasar rumah tangga-rumah tangga warga. Pada program ini, setiap Selasa para bidan bertugas memberikan pelayanan kesehatan ibu dan anak yang meliputi pelayanan ibu hamil, anak dalam kandungan, dan pemberian nutrisi pada seribu Hari Pertama Kehidupan atau HPK. Adapun di hari Jumat perangkat desa dan petugas puskesmas akan mengunjungi rumah warga untuk pelayanan kesehatan yang berkaitan dengan penyakit menular dan tidak menular. 

“Sampai kita juga punya mesin USG portabel di semua puskesmas. Daerah pertama di Kalimantan Barat yang menerapkan pelayanan USG portabel. Kenapa? Karena demi mencegah stunting. Jadi ibu-ibu mengandung di kampung manapun di Kubu Raya diperiksa menggunakan USG ini tanpa bayar,” tegasnya. 

“Karena kita tidak ingin ada lagi anak-anak stunting yang lahir di Kubu Raya. Jadi dari awal bisa dideteksi,” katanya menambahkan. 

Muda mengingatkan, stunting adalah kondisi yang tidak diharapkan. Karena itu harus ada upaya pencegahan. Tidak boleh ada pembiaran. Seluruh pemimpin di semua level menurut dia harus ikut bertanggung jawab. 

“Dosa juga. Artinya ini (stunting) menyebabkan adanya anak manusia yang lahir dengan tidak sempurna. Karena tidak diberikan nutrisi yang cukup. Saya bilang kepada semua masyarakat dan kades, kita sebagai pemimpin semuanya harus punya panggilan nurani,” tuturnya. (rio)

JARINGAN SKPD