Kepala Desa Siap Jadi Teladan Vaksinasi Covid-19

Info Gambar :

PROKOPIM KUBU RAYA - Kepala Desa Parit Baru, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Musa Abdul Hamid, menjadi kepala desa pertama di Indonesia yang menerima vaksinasi Covid-19 pada Kamis (14/1) pekan lalu di Puskesmas Sungai Durian, Kecamatan Sungai Raya. Musa menjadi satu di antara 17 orang pertama di Kubu Raya yang menerima suntikan vaksin tahap pertama. Adapun orang pertama dan kedua yang divaksin yaitu Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan dan sang istri, Rosalina Muda. Adapun peserta vaksinasi lainnya yakni sejumlah tokoh pemerintahan daerah dan vertikal serta perwakilan berbagai ormas di Kubu Raya.

Musa menyebut kegiatan pencanangan vaksinasi Covid-19 menjadi momentum emas bagi dirinya untuk memberikan teladan kepada warga. Ia hendak menunjukkan bahwa vaksin Covid-19 aman dan halal. 

"Jika vaksin Covid-19 tidak aman, tentunya akan berbahaya bagi negara kita,” ujarnya. 

Dirinya memastikan vaksin Covid-19 aman. Sebab, menurutnya, negara tidak mungkin berspekulasi dengan keselamatan rakyat. 

“Jika vaksin Covid-19 ini tidak aman, mana mungkin Presiden Joko Widodo dan para kepala daerah lainnya mau menerima suntikan vaksin pertama di daerahnya masing-masing,” ujarnya. 

Selain Musa Abdul Hamid, Kepala Desa Kalibandung Kecamatan Sungai Raya, Sanhaji, juga mendapatkan suntikan tahap pertama pada pencanangan tersebut. Sanhaji menilai Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan mempunyai pertimbangan matang dengan menghadirkan dirinya bersama Musa Abdul Hamid sebagai perwakilan kepala desa peserta vaksinasi. 

"Bagi saya mengapa Pak Bupati menjadikan kepala desa sebagai sasaran pertama penerima suntikan vaksin Covid-19 ini, karena kades merupakan orang yang lebih dekat dengan warganya. Sehingga kita mampu memberikan edukasi dan sosialisasi kepada warga kita terkait manfaat, keamanan, dan kehalalan vaksin ini," ujarnya. 

Sanhaji menyebut hingga lima hari pasca menerima vaksin, dirinya mengaku tidak mengalami dampak apapun. Aktivitas sebagai kepala desa juga dapat berjalan secara normal. 

"Tentu semua ini menjadi bahan pemikiran saya kenapa saya mau disuntik vaksin pertama. Karena sebagai kepala desa, saya harus memberikan contoh kepada warga saya. Karena pemimpin yang berada di tingkat paling bawah itu  adalah kepala desa," ucapnya.

Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan menyebut keikutsertaan Kades Parit Baru Musa Abdul Hamid dan Kades Kalibandung Sanhaji dalam program vaksinasi tahap pertama sangat strategis. Sebab dapat menjadi sarana edukasi konkret bagi masyarakat desa. Keterlibatan keduanya diharapkan dapat memberikan rasa tenang bagi warga dalam menyikapi program vaksinasi Covid-19 pemerintah.

"Ada 123 desa yang menjadi sasaran vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Kubu Raya ini. Pada tahap selanjutnya saya juga akan meminta kepala desa lainnya menjadi peserta vaksinasi ini. Supaya edukasi yang disampaikan jauh lebih efektif, cepat, dan mudah bagi mereka melalui kepala dusun, RT, RW, dan bisa menjadi teladan yang mampu memberikan ketenangan bagi keluarga,” jelasnya. 

Muda menegaskan peran aktif kepala desa mengikuti vaksinasi sangat penting. Karena kepala desa merupakan contoh terdekat bagi masyarakat. Ikutnya kepala desa dalam vaksinasi diharapkan dapat mereduksi isu negatif terkait vaksin Covid-19. 

“Kita juga menginginkan pemimpin daerah sampai ke tingkat desa itu dapat menjadi contoh juga kepada masyarakat,” sebutnya. 

Terkait dirinya dan sang istri yang menjadi orang pertama menerima vaksin, Muda mengatakan hal itu guna memberikan keyakinan kepada masyarakat. Sehingga dapat menepis keraguan publik terkait keamanan dan kehalalan vaksin.

 "Yang kita kejar saat ini kan solusi. Nah, sekarang tinggal bagaimana menjawabnya saja. Sehingga masyarakat juga tidak timbul kesimpangsiuran pendapat," ucapnya.

"Jadi ini sebetulnya ‘kepung bakul’ dunia. Sebab ini bukan tentang masalah menyelamatkan diri sendiri, keluarga ataupun daerahnya saja. Melainkan ini menyelamatkan generasi, menyelamatkan bangsa kita," tambahnya.

Muda berharap masyarakat dapat memahami pentingnya vaksin. Sebab vaksin diharapkan dapat menekan dampak kematian akibat penularan Covid-19. 

“Jauhkan dari sikap paranoid berlebihan. Kalaupun masih ada keraguan, lebih bijak kita ikuti secara jernih perkembangannya dan jangan justru kita yang mempersulit pelaksanaan vaksinasi ini," tuturnya. 

"Fokuskan pikiran terdalam kita untuk kebahagiaan keluarga, teman, dan semua warga. Kekuatan niat ikhtiar itu akan mampu membuat kita jauh lebih tenang, bersemangat, dan punya keyakinan hidup sehat dan bahagia bagi masa depan generasi republik ini, insya Allah," tutupnya. (rio)

JARINGAN SKPD