Keberadaan Puskesos Jangan hanya Formalitas

Info Gambar :

HUMPRO KUBU RAYA – Tujuan pembangunan nasional adalah mewujudkan masyarakat adil dan makmur. Sayangnya rangkaian kegiatan dan perencanaan pembangunan belum dirasakan seluruh warga miskin, termasuk di Kabupaten Kubu Raya. Satu di antara penyebabnya adalah pemanfaatan sumber data yang sektoral dan kualitas data yang rendah. Sehingga banyak program yang tidak tepat sasaran. 

“Saya mengajak semua pihak terkait khususnya seluruh kepala desa untuk berupaya lebih fokus terhadap pengelolaan data kemiskinan di wilayahnya masing-masing melalui sistem layanan dan rujukan terpadu (SLRT) dengan membentuk Pusat Kesejahteraan Sosial (Puskesos),” kata Bupati Muda Mahendrawan saat membuka kegiatan Sosialisasi Sistem Layanan Rujukan Terpadu dan Pusat Kesejahteraan Sosial di Hotel Gardenia Kubu Raya, Kamis (4/12). 

Muda menerangkan, Puskesos selaku penyelenggara SLRT di tingkat desa menjadi ujung tombak pengelolaan data kemiskinan. Jika pengelolaan mampu dilakukan dengan baik, maka akan berdampak positif terhadap kualitas layanan pada program-program penanggulangan kemiskinan baik di tingkat daerah maupun pusat. 

“SLRT bertujuan mendukung verifikasi dan validasi data terpadu penanganan fakir miskin dan orang tidak mampu secara dinamis di daerah,” terangnya. 

Muda menjelaskan, data kemiskinan ditetapkan oleh menteri melalui proses verifikasi dan validasi. Selanjutnya penetapan tersebut menjadi dasar bagi pemerintah pusat dan daerah untuk menetapkan sasaran atas program-program penanggulangan kemiskinan yang tersebar di berbagai sektor. Karena itu, ujarnya, data menjadi pondasi dari segala perencanaan program kegiatan penanggulangan kemiskinan.

“Baik program-program di sektor pendidikan, pertanian, dan sektor-sektor lainnya yang bergerak dalam program penanggulangan kemiskinan,” sebutnya.

Muda meminta keberadaan Puskesos harus mampu membedah data di setiap rumah tangga yang ada di setiap desa. Karena saat ini Pemerintah Kabupaten Kubu Raya tengah mempersiapkan data bedah rumah tangga. Dengan begitu, diharapkan akan dapat menggerakkan desa bersama RT. 

“Kita sudah harus sama-sama sepakat, data itu harus kita perbaiki dan kita benahi sama-sama,” tegasnya.

Muda menuturkan, perbaikan data melalui bedah data rumah tangga sangat penting bagi banyak hal. Termasuk untuk menentukan arah kebijakan yang tepat. Menurutnya, Puskesos memiliki fungsi yang sangat luas. Tidak hanya persoalan administrasi, melainkan suatu cara untuk mendukung program lainnya yang ada di desa-desa yang berkaitan dengan sosial.

“Keberadaan Puskesos ini harus ada dampak. Jangan sampai berdiri tapi tidak berdampak, jika keberadaan Puskesos hanya formalitas dan menghabiskan anggaran,” ucapnya.

Peran Puskesos, kata Muda, sangat membantu dalam data-data faktual sehingga tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari. Hal ini sangat efektif untuk membantu masyarakat yang sakit, terkena musibah, dan persoalan lainnya.

“keberadaan Poskesos harus membantu percepatan data,” tambahnya.

Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Kubu Raya, Nursyam Ibrahim, menjelaskan SLRT punya lima tujuan. Hal itu berdasarkan Peraturan Menteri Sosial Nomor 15 Tahun 2018 tenga Sistem Layanan dan Rujukan Terpadu (SLRT) untuk Penanganan Fakir Miskin dan Orang Tidak Mampu. Tujuan pertama SLRT, meningkatkan efektivitas dan efisiensi penanganan fakir miskin dan orang tidak mampu. Kedua, meningkatkan akses layanan penanganan fakir miskin dan orang tidak mampu. Ketiga, mengintegrasikan penanganan fakir miskin dan orang tidak mampu. Keempat, mendukung perluasan jangkauan pelayanan dasar. 

“Dan tujuan kelima, mendukung verifikasi dan validasi data terpadu penanganan fakir miskin dan orang tidak mampu secara dinamis di daerah,” tuturnya. (jek/rio)

BERITA LAINNYA

  • Rabu, 22 Januari 2020
Pejabat Teken Kontrak Kerja
  • Selasa, 21 Januari 2020
Pasar Rakyat Bahagia Beroperasi
  • Jumat, 17 Januari 2020
Masjid Harus Rangkul Kaum Muda

JARINGAN SKPD