Inovasi Kubu Raya Pikat Pemkab Sambas

Info Gambar :

PROKOPIM KUBU RAYA – Bupati Muda Mahendrawan menerima kunjungan kerja Komisi I dan Komisi IV DPRD Kabupaten Sambas di Ruang Praja Utama Kantor Bupati Kubu Raya, Jumat (27/11). Kunjungan kerja DPRD Sambas bersama sejumlah Organisasi Perangkat Daerah terkait itu dipimpin langsung Ketua DPRD Kabupaten Sambas H. Abu Bakar. Kedatangan Komisi bertujuan mempelajari sejumlah inovasi yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Kubu Raya khususnya di bidang kependudukan dan pengembangan kebijakan Kabupaten Layak Anak. Di antara inovasi yang hendak dipelajari adalah inovasi pelayanan Selesai Dalam Sehari (SELEDRI Terintegrasi), Kurir Dukcapil Bisa (KUDU Bisa), aplikasi Sistem pelayanan Mudah Dapat Adminduk (SIPEMUDA Online), dan inovasi terbaru Pelayanan Administrasi Nikah Terintegrasi Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (PANTAS) dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Kubu Raya. 

 “Maksud dan tujuan kami dari Komisi I dan IV serta beberapa OPD datang yaitu untuk mendapatkan langsung informasi terkait beberapa inovasi yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Kubu Raya di bidang kependudukan dan pencatatan sipil serta kebijakan pengembangan Kabupaten Layak Anak,” ujar Ketua DPRD Sambas Abu Bakar dalam pengantarnya.

Abu Bakar mengatakan di Sambas pihaknya kerap mendapatkan keluhan masyarakat terkait lamanya proses pembuatan dokumen administrasi kependudukan. Karena itu, DPRD dan OPD hendak belajar dari Kabupaten Kubu Raya terkait pelayanan prima di bidang kependudukan dan pencatatan sipil. 

“Kami ingin belajar bagaimana pelayanan administrasi kependudukan bisa berlangsung sangat cepat. Karena di Sambas banyak keluhan tentang hal ini,” ujarnya.

Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan mengatakan sejumlah inovasi telah dilakukan Pemerintah Kabupaten Kubu Raya sebagai upaya percepatan untuk menyelesaikan persoalan-persoalan di masyarakat. Terlebih dengan posisi Kubu Raya sebagai hinterland atau daerah penyangga ibu kota provinsi yang punya kompleksitas permasalahan yang cukup tinggi. 

“Kita di Kubu Raya penambahan penduduk cepat sekali. Bukan semata karena kelahiran, melainkan adanya mobilitas penduduk yang sangat tinggi mengingat Kubu Raya sebagai hinterland kota. Hal ini kalau dibiarkan akan menimbulkan banyak sekali problem,” tuturnya. 

Karena itu, berbagai inovasi diperlukan untuk dapat mengejar dengan cepat solusi-solusi dari setiap permasalahan yang ada. Muda mengungkapkan berbagai inovasi di Kubu Raya juga dapat berjalan efektif dengan adanya dukungan dari desa-desa. Karena itu, ia menyebut pentingnya untuk terlebih dahulu menata desa sebagai upaya menyiapkan pondasi bagi berjalannya sebuah inovasi. 

“Selalu saya katakan kepada birokrasi dan desa bahwa kita memulai dengan pengelolaan desa juga yang maksimal. Ketika kita sudah bisa menata desa, otomatis kita sudah lebih mudah untuk mempercepat,” terangnya. 

Ia menyebut inovasi adalah bentuk upaya menunaikan tanggung jawab terhadap masyarakat. Sebab menurutnya pemerintah hadir sejatinya untuk memberi peluang kepada setiap rumah tangga. 

“Karena mimpinya sama, bagaimana masyarakat bisa bahagia karena sejahtera dan terpenuhi standar kelayakan hidupnya. Jadi fokus kita adalah selalu mendaratkan solusi pada konteks rumah tangga,” terangnya.

Sebagai informasi, inovasi SELEDRI Terintegrasi adalah program inovasi pelayanan untuk memudahkan pengurusan administrasi kependudukan yang berfokus pada penerbitan dokumen kependudukan yang terintegrasi dengan dokumen kependudukan lainnya dalam satu hari pengajuan. Sebagai contoh, penduduk yang melakukan persalinan di fasilitas kesehatan (puskesmas dan rumah sakit) mendapatkan tiga dokumen dalam satu hari, yaitu Kartu Keluarga perubahan (penambahan anggota keluarga), akta kelahiran, dan Kartu Identitas Anak. Adapun program KUDU Bisa (Kurir Dukcapil Bisa) merupakan program pengiriman langsung KTP Elektronik yang sudah tercetak ke rumah-rumah dengan sistem kurir, di mana kurir bersangkutan merupakan petugas Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil yang dibekali dengan surat tugas dan tanda terima. Pelayanan ini bersifat gratis. Kemudian inovasi SIPEMUDA Online (Sistem Pelayanan Mudah Dapat Administrasi Kependudukan), yang dibentuk untuk menyesuaikan dengan kondisi pandemi Covid 19 dan perkembangan teknologi komunikasi informasi saat ini. Selanjutnya program PANTAS (Pelayanan Administrasi Nikah Terintegrasi Sistem Informasi Administrasi Kependudukan) untuk memudahkan administrasi kependudukan bagi pasangan yang baru menikah di Kantor Urusan Agama Kabupaten Kubu Raya. Program PANTAS berfokus memberikan pelayanan kepada pasangan yang baru menikah untuk langsung mendapatkan Kartu Keluarga dan Kartu Tanda Penduduk elektroni setelah melaksanakan peristiwa pernikahan. 

“Sehingga masyarakat merasa negara hadir. Berbagai inovasi pelayanan itu adalah bagian daripada kewenangan kita. Di mana anggaran sudah diberikan, fasilitas sudah diberikan, masa (persoalan) kita biarkan,” ucapnya. 

Muda meyakini Pemerintah Kabupaten Sambas akan dapat mereplikasi sejumlah inovasi yang ada di Kubu Raya. Sebab selain profil wilayah yang hampir serupa, implementasi inovasi tersebut juga relatif tidak sulit. 

“Kita yakin Sambas bisa cepat mereplikasi ini. Selain wilayahnya mirip, teknologi saat ini sudah sangat mendukung, sistemnya pun sudah dan pelaksanaannya tidak rumit. Yang penting tinggal pemahaman dan desa-desa juga diajak,” tuturnya. (rio)

JARINGAN SKPD