Hari Pahlawan di Tengah Pandemi, Muda Ajak Semua Jadi Pahlawan

Info Gambar :

PROKOPIM KUBU RAYA – Di masa pandemi Covid-19, semua orang bisa menjadi pahlawan. Caranya dengan saling melindungi satu sama lain melalui kepatuhan terhadap protokol kesehatan. Hal itu dikatakan Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan seusai menjadi Inspektur Upacara Peringatan Hari Pahlawan ke-75 di Aula Kantor Bupati Kubu Raya, Selasa (10/11). 

“Di masa pandemi banyak hikmah pembelajaran. Di sini juga solidaritas dan kepahlawanannya adalah bagaimana kita saling melindungi dan menjaga. Caranya ya kita hormati protokol kesehatan,” ajaknya. 

Muda mengatakan ketaatan pada protokol kesehatan dapat dilakukan secara optimal jika ada perubahan cara pandang. Yakni dengan memandang protokol kesehatan sebagai upaya mulia untuk saling menjaga satu sama lain. Alih-alih sebagai kebiasaan baru yang merusak interaksi dan tatanan sosial. 

“Misalnya menggunakan masker, itu harus dilihat sebagai upaya untuk melindungi orang lain dan kita juga menganggap orang lain sedang melindungi kita,” terangnya. 

Ia mengajak masyarakat untuk terus aktif. Masa pandemi, menurutnya, bukan alasan untuk mengurangi produktivitas. Justru pandemi harus direspons dengan pikiran dan perbuatan yang semakin positif. Ia menyebut paradigma positif sekaligus dapat meningkatkan imunitas atau kekebalan tubuh dari penyakit.  

“Tetap harus produktif dan punya pikiran-pikiran yang positif. Nah, di sini semangat kepahlawanan adalah orang-orang yang punya daya juang tinggi, rela berkorban, dan visioner,” tuturnya.

Dirinya menilai generasi muda harus progresif. Bukan malah loyo dikarenakan pandemi. Dia menegaskan pandemi adalah saat di mana pikiran seharusnya dipacu lebih kencang untuk menghasilkan karya-karya. 

“Jadi kita harus ajak anak muda semuanya untuk progesif. Di era situasi pandemi ini justru makin kencang berpikirnya. Kita sudah harus berpikir bagaimana pasca pandemi nanti. Sehingga semuanya akan optimistis,” terangnya. 

Muda menambahkan, sikap kepahlawanan lainnya adalah dengan tampilnya setiap kepala keluarga memetakan kondisi kesehatan keluarganya masing-masing. Dengan profil kesehatan yang diketahui sejak awal, maka masing-masing rumah tangga akan paham apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan demi mencegah keterpaparan dari Covid-19. 

“Yang bisa dimaknai dari Hari Pahlawan di antaranya bagaimana berjiwa besar dan berpikir besar. Setiap rumah tangga berupaya menghindari hal-hal kerentanan. Kita ajak semuanya agar bisa mengendalikan yang rentan di keluarganya,” ucapnya. “Justru tantangan di era pandemi, jiwa-jiwa kepahlawanannya akan terlihat dan menemukan pembuktian pada kaum muda dan semua elemen masyarakat sampai tingkat terbawah di desa-desa,” tambahnya. (rio)

JARINGAN SKPD