Bupati Muda: UMKM Kuat, Ekonomi Menanjak

Info Gambar :

PROKOPIM KUBU RAYA – Pemerintah Kabupaten Kubu Raya menggelar Rapat Koordinasi Pemberdayaan Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, Menengah di Aula Kantor Bupati Kubu Raya, Selasa (19/1). Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Kubu Raya Norasari Arani mengatakan rakor digelar sebagai bagian dari upaya pemulihan ekonomi nasional. 

“Rakor ini bertujuan membangun komunikasi dan koordinasi yang baik lintas sektoral dalam penanggulangan UMKM yang terdampak pandemi,” ujarnya. 

Norasari menerangkan rakor juga bertujuan menajamkan kembali sasaran dan pelaksanaan kegiatan beberapa Satuan Kerja Perangkat Daerah di lapangan. Sehingga dapat dilaksanakan secara terintegrasi. Ia mengungkapkan saat ini tengah mengebut penyelesaian penginputan data UMKM dan koperasi.

“Tujuan dari pendataan ini akan memudahkan pemerintah daerah di dalam membuat program dan kegiatan. Sehingga menumbuhkan kepercayaan dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, BUMN, dan BUMS yang terlibat di dalam mendukung pemberdayaan UMKM di Kubu Raya,” sebutnya. 

Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan mengatakan rakor sangat penting untuk menajamkan kebijakan dan langkah konkret dalam bentuk program kegiatan kebijakan. Khususnya dalam menjamin pasar sistemik bagi produk-produk UMKM. Di antaranya dengan melibatkan birokrasi pemerintah daerah sebagai pasar bagi produk lokal Kubu Raya.

“SKPD ini kan tentu sudah punya fasilitasi anggaran dan sebagainya. Mulai dari hal sederhana, contohnya membeli beras petani, penganan, hingga produk oleh-oleh yang akan bisa masif,” terangnya. 

Muda menjelaskan keterlibatan birokrasi sangat penting sebab akan menjadi model bagi masyarakat secara umum. Sehingga kelak diharapkan akan terbangun perspektif keberpihakan bersama terhadap pembangunan UMKM. 

“Karena kalau UMKM hanya dilatih membuat produk tapi tidak ada pasarnya yang kuat, akhirnya akan mati suri juga. Kita inginnya ada hasil yang berkelanjutan dan konsepnya benar-benar hidup,” tuturnya.

Mendukung hal tersebut, Muda menyebut pihaknya telah mengeluarkan regulasi peraturan bupati tentang penguatan produk dan pasar UMKM dengan jaminan pasar sistemik. Salah satu yang disasar dari regulasi itu adalah birokrasi. Birokrasi menjadi target sebab akan menciptakan efek domino kepada berbagai jejaring dari birokrasi yang bersangkutan. 

“Kan SKPD juga ada jaringan yang lain. Semua jejaring ini bisa dimaksimalkan untuk membuat bisa masif. Makanya kita lakukan koordinasi ini supaya ada keterpaduan nantinya ke depan. Misalnya program di Dinas Pendidikan terkait kebutuhan masuk sekolah, maka bisa dilakukan kerja sama dengan konveksi-konveksi lokal untuk pembuatan seragam dan maskernya,” jelasnya.

Ia mengatakan pasar sistemik akan membuat ekonomi masyarakat bergerak. Adapun birokrasi dilibatkan sebab birokrasi adalah abdi masyarakat. Menurutnya birokrasi adalah entitas yang sejatinya menjadi garda depan dalam hal pembangunan negara dan rakyat. 

“Ini (birokrasi) kan organisasi yang jelas-jelas berada di garis depan dalam program-program memberi peluang, mengurangi kemiskinan, pengangguran, dan sebagainya. ASN kan kerja untuk memajukan kehidupan rakyat. Kalau dia beli barang punya rakyat, itu sama dengan salah satu bentuk kinerjanya,” tuturnya. 

“Di tengah pandemi justru harus lebih banyak produk yang dibuat dan bisa bersaing dengan pabrikan. Sehingga akhirnya kita bukan hanya memulihkan ekonomi tapi juga menanjakkannya,” tegasnya. 

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kubu Raya Usman mengapresiasi rapat koordinasi yang digelar perhatian pemerintah daerah terkait penguatan UMKM dan koperasi. Menurut dia, hal itu sangat tepat mengingat rekam jejak UMKM yang terbukti paling mampu bertahan di tengah badai krisis.  

“Tentu momen ini harus dimantapkan. Intinya koordinasi. Karena pemangku kepentingan itu satu kesatuan. Kerja tidak bisa secara parsial. Pelaku dan pembina ahrus dimantapkan karena selama ini yang lemah itu koordinasi,” ucapnya. 

Usman berharap rakor tak semata seremonial tanpa hasil. Menurut dia, kondisi pandemi membutuhkan adanya kebersamaan. 

“Mudah-mudahan dengan rapat koordinasi ini kita mantapkan kebersamaan dan kerja sama kita. Karena ini memang waktunya untuk saling pandai merasa, bukan merasa pandai,” sebutnya. (rio)

JARINGAN SKPD