Bupati Muda Apresiasi Ajang Karya Kreatif Indonesia 2020

Info Gambar :

PROKOPIM KUBU RAYA – Kabupaten Kubu Raya menjadi tuan rumah pelaksanaan pameran Karya Kreatif Indonesia (KKI) Seri ke-3 Tahun 2020, Jumat (20/11). KKI berlangsung di Hotel Gardenia Kubu Raya. Ajang yang digelar Bank Indonesia sejak 2016 lalu itu bertujuan meningkatkan akses pasar pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Barat, Agus Chusaini, mengatakan melalui KKI, UMKM binaan dan mitra Bank Indonesia di seluruh nusantara didorong untuk secara kontinu melakukan inovasi. Selain itu juga memperbaiki kualitas produk sesuai selera pasar dan berorientasi ekspor. UMKM juga diarahkan untuk memanfaatkan fasilitas digital agar dapat menembus pasar internasional. 

“Sejak tahun 2019, konsep KKI diselenggarakan sebagai sebuah festival dengan format resepsi atau selebrasi perayaan kesuksesan UMKM yang dari tahun ke tahun dibina Bank Indonesia di berbagai daerah,” terang Agus Chusaini. 

Agus menyebut kegiatan KKI dirancang secara terintegrasi. Meliputi pameran produk unggulan, pergelaran karya kreatif, temu wicara, lokakarya, pertemuan bisnis, dan pelatihan usaha untuk mendukung UMKM yang lebih produktif melalui digitalisasi dan mampu menembus pasar global. Ia mengungkapkan KKI 2020 digelar serentak oleh 25 Kantor Perwakilan Bank Indonesia di Indonesia. Ajang ini melibatkan 377 UMKM yang tersebar di seluruh Indonesia dan meraih omset sekitar Rp 10,5 miliar dengan jumlah pengunjung lebih dari 53 ribu orang baik virtual mapupun fisik. 

“Kesepakatan bisnis pun sudah tercapai di mana ekspor mendapai Rp 69 miliar dan pembiayaan Rp 44 miliar pada saat pelaksanaan KKI ini,” tuturnya. 

Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan mengapresiasi pergelaran KKI Seri ke-3 Tahun 2020 di Kabupaten Kubu Raya. Menurutnya, KKI merupakan peluang sekaligus magnet bagi para pelaku UMKM. Khususnya dalam hal percepatan perluasan jaringan. 

“Karena yang penting ini kan jejaringnya dengan digitalisasi,” ujarnya. 

Muda menilai keberadaan UMKM sangat penting dalam menopang ekonomi, mengangkat daya beli, dan mengurangi angka pengangguran. Eksistensi UMKM, menurutnya, sangat fundamental dan patut diprioritaskan. Khususnya di era digital saat ini di mana pelaku UMKM juga dituntut untuk banyak berinisiatif dan kreatif.  

“Kalau bisa produk lokal tapi go internasional. Karena sekarang ini semua sudah bisa mengakses,” sebutnya. 

Ia menambahkan, pihaknya komit mendukung kiprah pelaku UMKM di Kubu Raya. Salah satunya dengan memberikan akses kepada pihak luar untuk dapat berinteraksi langsung dengan pelaku usaha. Untuk itu, pemerintah kabupaten kini tengah fokus mempercepat pembangunan sistem informasi data berbasis keruangan (geospasial). 

“Supaya lebih berintegritas dan orang lebih yakin dan akan puas karena mendapatkan produk langsung dari sumbernya,” tuturnya. (rio)

JARINGAN SKPD