Bupati Muda Ajak Sarjana Kembali ke Desa

Info Gambar :

PROKOPIM KUBU RAYA – Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan mengajak para sarjana kembali ke desa. Ajakan yang sering ia lontarkan itu disampaikannya saat menghadiri Wisuda Sarjana Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Pontianak Angkatan ke-30 di The Q Hall Qubu Resort Kubu Raya, Selasa (15/12). Menurut Muda, desa membutuhkan kaum terdidik untuk menggerakkan segala potensi yang ada. Baik potensi sumber daya alam maupun sumber daya manusia. Ia menyebut ketika sarjana kembali ke desa, ada banyak hal yang bisa dilakukan untuk memperkuat desa. 

“Baik di sektor kesehatan, pendidikan, maupun sosial lainnya. Bahkan mereka juga bisa ikut andil dalam pencegahan stunting dan gerakan di pendidikan. Seperti penguatan Pendidikan Anak Usia Dini maupun melakukan terobosan dan inovasi lain di bidang pendidikan,” ujarnya. 

Muda mengatakan sarjana sebagai kaum terdidik diharapkan inisiatifnya dalam membangun desa. Begitu juga dalam memicu munculnya inisiatif-inisiatif di tingkat bawah. Sehingga berbagai potensi yang ada di desa dapat dikelola dengan baik yang tujuan akhirnya membahagiakan masyarakat. Kondisi pandemi, menurutnya, adalah momen yang tepat untuk memulai inisiatif-inisiatif tersebut. 

“Karena di era pandemi saat ini barang impor tidak masuk. Sebab produk-produk dan makanan impor dibatasi. Justru kesempatan untuk membentenginya itu pada saat ini dan jangan kita lewatkan kesempatan ini. Kita harus membentenginya dengan produk-produk terbaik kita, karena ketika pandemi ini selesai, kita sudah kuat dan punya produk yang bisa membentengi sehingga tidak dibanjiri dengan produk makanan impor,” paparnya.

Pada kesempatan itu Muda Mahendrawan juga mengajak para alumni Universitas Muhammadiyah Pontianak untuk mulai melirik pada Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Menurut dia, dengan berbagai sumber daya alam yang ada, sektor UMKM sangat menjanjikan jika ditekuni. 

“Kita harus ubah sistem keyakinan masyarakat kita supaya mereka yakin bahwa kita mampu untuk memperkuat produk-produk supaya tidak menjadi desa defisit apalagi defisit pangan. Inilah yang sangat berbahaya. Jangan sampai kita terlena dan pada akhirnya produk-produk kita tidak ‘go’, jangankan untuk go global, go nasional pun masih sulit bersaing,” pesannya.

Kegiatan wisuda dirangkaikan dengan penandatangan Kesepakatan Bersama antara Pemerintah Kabupaten Kubu Raya dengan Universitas Muhammadiyah Pontianak. Kesepakatan itu berkaitan dengan program Pengembangan sumber daya manusia. (rio)

JARINGAN SKPD