Bupati Muda Ajak Latih Kepekaan Anak

Info Gambar :

PROKOPIM KUBU RAYA – Anak adalah pemilik masa depan. Karena itu, Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan mengajak semua pihak untuk ikut bertanggung jawab terhadap eksistensi anak. Menurutnya, upaya membangun karakter anak adalah sebuah tanggung jawab dan bukan sekadar tugas. 

“Supaya semuanya paham bahwa kita itu bertanggung jawab terhadap generasi,” ujarnya saat menghadiri Peringatan Hari Anak Nasional Kabupaten Kubu Raya di Aula Kantor Bupati Kubu Raya, Kamis (23/7).

Muda mengatakan slogan peringatan Hari Anak Nasional “Anak Indonesia Gembira di Rumah” sejalan dengan visi bahagia Pemerintah Kabupaten Kubu Raya. Karena itu, dirinya meminta semua pihak untuk memastikan anak-anak tetap di rumah dengan kondisi gembira. Khususnya di masa pandemi Covid-19 saat ini. 

“Kita pastikan seharusnya anak-anak tetap di rumah dan bergembira di masa pandemi ini,” sebutnya.

Ia menyatakan potret generasi masa depan ditentukan oleh apa yang dipikirkan dan dikerjakan para orang tua saat ini. Terlebih di tengah sejumlah tantangan yang dihadapi anak di masa ini. Maka peringatan Hari Anak Nasional dan pembentukan Forum Anak Daerah sangat strategis dalam membangun karakter anak. 

“Hari Anak Nasional ini bukan sekadar gagah-gagahan dan formalitas, melainkan menjadi agenda untuk menancapkan dalam diri anak pikiran imajinatif, progresif, dan visioner. Memandang jauh ke depan. Orang tua juga kita ajak seperti itu,” ucapnya. 

Terkait hal itu, Muda mengajak semua pihak mulai birokrasi, swasta, hingga desa untuk terus mengawal anak. Agar anak terhindar dari hal-hal yang mengganggu. Seperti perdagangan anak, kekerasan dalam rumah tangga, kekerasan seksual, dan seterusnya. 

“Salah satunya dengan melatih anak agar punya kepekaan terhadap gejala-gejala yang bersifat mengancam dan membahayakan mereka,” terangnya. 

Dirinya menambahkan, anak akan mampu berpikir dan bisa fokus jika dibesarkan dalam suasana optimisme dan kegembiraan. Sehingga pada gilirannya akan punya kepercayaan diri dan kemampuan berkomunikasi. 

“Dan pada akhirnya imajinasi kepemimpinan itu akan tertancap di dalam dirinya,” jelasnya.

Terkait kasus kekerasan pada anak yang masih terjadi di Kubu Raya, Muda menyebut hal itu sebagai problem tersendiri. Sebab kondisi di lapangan cukup sulit mengingat kasus-kasus tidak selalu diketahui. Menyikapi hal itu, pihaknya berupaya membangun sistem peringatan dini. Caranya dengan melibatkan kepala dan perangkat desa hingga ke tingkat rukun tetangga. 

“Ada sistem yang bisa cepat memberitahu. Misalnya melalui pemanfaatan layanan pesan singkat pada gawai komunikasi. Di mana ketika ada hal-hal yang sedikit mencurigakan bisa dengan cepat disikapi. Ini perlu supaya supaya jangan sampai karena tidak ingin diketahui malah akan menimbulkan bahaya yang lebih besar lagi,” tuturnya. 

Peringatan Hari Anak Nasional Kabupaten Kubu Raya diwarnai penyerahan simbolis penerima kebutuhan spesifik perempuan dan anak dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, pelantikan Forum Anak Kubu Raya 2020/2021, dan konferensi video dengan Forum Anak Kecamatan. (rio)

JARINGAN SKPD