Bangun Pendidikan dengan Program Guru Penggerak

Info Gambar :

PROKOPIM KUBU RAYA – Sebanyak 34 orang guru di Kabupaten Kubu Raya berhasil lolos dalam rekrutmen program Pendidikan Guru Penggerak yang digelar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. Para calon guru penggerak yang terdiri atas 2 guru TK, 18 guru SD, dan 14 guru SMP se- Kubu Raya ini nantinya akan mengikuti proses lanjutan dari Kementerian. Pendidikan Guru Penggerak adalah program pendidikan kepemimpinan bagi guru untuk menjadi pemimpin pembelajaran. Program ini meliputi pelatihan daring, lokakarya, konferensi, dan pendampingan selama sembilan bulan. Program guru penggerak menciptakan pembelajaran yang berpusat pada murid dan menggerakkan ekosistem pendidikan yang lebih baik.

“Nanti mereka akan dilatih, diberi muatan-muatan sesuai dengan posisinya masing-masing, baik sebagai pendamping maupun guru penggerak. Mereka nantinya akan menjadi motor di Kubu Raya menggerakkan guru-guru lainnya di wilayah kerja masing-masing,” tutur Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kubu Raya M. Ayub saat bersama 7 pendamping guru penggerak dan 34 guru penggerak bersilaturahmi dengan Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan di Kantor  Bupati Kubu Raya, Rabu (4/11). 

Ayub berharap para guru yang belum berhasil lolos dalam rekrutmen guru penggerak tidak patah arang. Sebab dari kuota 2.800 guru penggerak secara nasional di tahun 2020 belum semuanya terisi. Pemerintah akan kembali menggelar proses rekrutmen sehingga kuota terpenuhi. 

“Yang belum lulus terus persiapkan diri karena program akan berlanjut. Tetap terus mempersiapkan diri. Harapan kami ke depan akan bertambah lagi para calon guru penggerak. Karena pada proses rekrutmen kemarin cukup banyak pendaftar di Kubu Raya,” jelasnya. 

Lebih jauh Ayub mengungkapkan program guru penggerak relevan dengan rencana program Pemerintah Kabupaten Kubu Raya di tahun 2021 mendatang. Yakni program Teacher Learning Centre (TLC) atau Pusat Belajar Guru. Program ini akan merekrut tenaga-tenaga guru, kepala sekolah, dan pengawas yang dapat menjadi pelatih. Ini serupa dengan program guru penggerak di Kementerian. 

“Rekrutmen awal sebagai pelatih. Nanti lanjut PCP atau Pelatihan Calon Pelatih. Nantinya program ini akan berkembang seperti program guru penggerak namun didanai oleh pemerintah daerah,” ungkapnya. 

Terkait hal itu, dirinya berharap semua guru, kepala sekolah, dan pengawas sekolah selalu meningkatkan pengetahuan dan kapasitasnya. Ia mengajak untuk meninggalkan sistem pola pikir dan pola kerja yang lama. 

“Dengan program-program yang ada ini mari kita tingkatkan pengetahuan dan kapasitas kita. Mulai bergerak keluar dari zona nyaman beranjak ke arah yang lebih baik. Itu hakikat menanjak,” ajaknya. 

Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan mengapresiasi program guru penggerak. Menurutnya, guru penggerak adalah upaya konkret pemerintah untuk mengimbangi kecepatan perubahan di era global. Ia menyebut sirkulasi informasi yang sangat cepat menuntut semua pihak untuk dapat menyesuaikan diri.  

“Inilah yang sebenarnya kita kejar. Saat ini tidak bisa lagi memakai deret ukur tapi harus kuantum atau lompatan. Inilah yang dilakukan oleh pemerintah pusat melalui program guru pengerak.  Karena kalau memakai cara-cara biasa yang rutin dan tradisional, kita akan jauh tertinggal,” ucapnya. 

Muda menilai pendidikan dengan cara konvensional cenderung tidak terukur. Karena itu langkah inovatif perlu dilakukan. Menurutnya, inovasi dapat menutupi ruang-ruang yang selama ini menjadi kendala, baik terkait sarana prasarana, sumber daya manusia, dan sebagainya. 

“Guru penggerak adalah aset. Betul-betul kita mengapresiasi ini. Ayo kita sama-sama melaksanakan tanggung jawab menyelamatkan supaya anak-anak kita lebih cerdas. Karena tantangan hidup ke depan bisa membuat mereka tengelam jika kita gagal melahirkan karakter-karakter unggul,” ujarnya.  

Ia menyebut guru penggerak adalah sosok yang progresif dan positif. Yang visioner dan tidak disibukkan dengan hal-hal remeh. Tidak pula berkutat dengan hal-hal yang sudah lewat. Sebab era global membutuhkan progresivitas, gagasan cerdas, dan inovasi. 

“Diperlukan kecepatan dalam berpikir dan mengambil keputusan karena ini memang sudah eranya begitu,” tegasnya. (rio)

JARINGAN SKPD